Alhamdulillah, Aljazair Bawa Pulang Medali Emas

Alhamdulillah, Aljazair Bawa Pulang Medali EmasREPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Taoufik Makhloufi tiba-tiba menjadi pahlawan bagi Aljazair. Itu tidak lepas dari capaiannya merebut medali emas di nomor lari 1.500 meter putra Olimpiade London 2012.
Makhloufi mampu melahap lintasan Olympic Stadium, London, Rabu (8/8) dini hari WIB, dengan membukukan waktu 3 menit 34,08 detik. Ia mengalahkan juara bertahan Olimpiade 2008, Asbel Kiprop yang menempati urutan buncit dari 12 peserta lantaran cedera hamstring.

Bagi Makhloufi, sumbangsih sekeping emas sangat berharga. Ini lantaran hingga kini dia menjadi satu-satunya atlet Aljazair yang sanggup merebut medali. Pelari Amerika Serikat (AS), Leonel Manzano membuntuti di urutan kedua dengan catatan waktu 3 menit 34,79 detik. Adapun tempat ketiga dihuni pelari Abdalaati Iguider asal Maroko yang mencatatkan waktu 3 menit 35,13 detik.

Makhloufi tidak mampu menyembunyikan kegembiraannya bisa meraih medali emas. Ia tak menyangka bisa menjadi yang tercepat di lintasan. Padahal, dia sebelumnya mengunggulkan pelari Kenya, Asbel Kiprop. Namun cedera yang menimpa rivalnya membawa berkah baginya.


Apakah saat mengikuti lomba masih merasakan cedera di lutut? “Setiap orang yang menang perlombaan tentu lupa akan sakit dan nyeri yang dideritanya,” Makhloufi berseloroh seperti dilansir the Guardian.

Ia membantah jika cedera yang dialaminya hanya kepura-puraan sebagai bentuk strategi menghadapi perlombaan. Makhloufi menerangkan, setelah cedera yang dialaminya dua hari sebelum turun di lintasan, tim medis menyatakan cedera yang dialaminya tidak terlalu parah.

“Saya diberitahu cedera saya mungkin bisa berbahaya. Tapi saya buang pikiran itu demi moral saya. Setelah tes medis, terbukti saya cedera lutut, dan saya tetap diizinkan bersaing,” jabar Makhloufi.

Pencapaiannya itu sama saja mengikuti jejak pelari Noureddine Morceli yang mengukir emas di nomor sama pada Olimpiade 1996 Atlanta. Makhloufi bangga bisa meniru pencapaian legenda pelari negaranya tersebut. “Siapapun akan bermimpin mengikuti capaian Morceli. Saya sangat senang bisa menang dan begitu juga semua rakyat Aljazair.”

Namun tidak banyak yang mengetahui jika Makhloufi hampir saja didiskualifikasi dari arena Olimpiade 2012. Pasalnya saat turun di eliminasi nomor 800 meter putra awal pekan ini, dia tiba-tiba menghentikan laju larinya 150 meter menjelang garis finish.
Kemudian dia meneruskan melanjutkan ke lintasan. Sontak pemandangan ganjil itu menarik perhatian Federasi Atletik Internasional (IAAF). (baca: Pelari Muslim Ini Didiskualifikasi karena tak Serius Bertanding).

Mereka sempat melakukan penyelidikan atas kasus ‘mengalah’ itu. Sempat tercetus IAAF akan mendiskualifikasi Makhloufi sebagaimana tindakan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), atas tuduhan ‘tidak berupaya maksimal’ dalam perlombaan. Ternyata diketahui jika pelari Aljazair itu gagal membatalkan keikutsertaannya hingga batas waktu yang ditentukan hingga terpaksa harus mengikuti lomba.

“Wasit menganggapnya tidak merugikan lomba dan memutuskan untuk mengecualikan kasusnya dan dapat berpartisipasi dalam kompetisi lanjutan,” demikian pernyataan IAAF. Kemudian diketahui tim medis kontingen Aljazair mampu menunjukkan bukti lutut Makhloufi memang bermasalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar